Kamis, 13 April 2017

artikelku



Valentine’s day dapat merusak nilai kebangsaaan

Hari raya Valentine ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk “valentines”. Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido (cupid) bersayap. Mulai abad ke-19, tradisi penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal. The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu miliar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.
Di Amerika Serikat mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.Sejarah Hari Valentine Asosiasi pertengahan bulan Februari dengan cinta dan kesuburan sudah ada sejak dahulukala. Menurut kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.
Di Roma
kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan lari-lari di jejalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan di karunia kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah.
Hari raya Valentine diyakini sebagai hari raya Gereja. Menurut Ensiklopedi Katolik 1908, nama Valentinus paling tidak bisa merujuk tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda seperti seorang pastur di Roma, seorang uskup Interamna (modern Terni) dan seorang martir di provinsi Romawi Africa.
Hari Valentine juga ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari. Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus dia Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak-arak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.
Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal-muasalnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.
Berbagai kisah yang dihubungkan hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sang sastrawan Inggris pertengahan ternama Geoffrey Chaucer pada abad ke-14. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) bahwa Pada zaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari ini dan memanggil pasangan mereka “Valentine” mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi pernaskahan British Library di London.

Kapita Selekta Kebantenan



Peran Pembuat Perahu di kampung Karang malang Desa Muara Kecamatan Wanasalam dalam Melaut

Perahu merupakan alat yang memiliki peran penting untuk menjadi akses yang dirancang untuk mengapung diatas air. Maka perahu adalah suatu kebutuhan dari seorang nelayan untuk mengarungi samudera atau melaut. Berbicara persolaan perahu pastilah kita berbicara tentang pembuat perahu. Pembuat Perahu ialah suatu pekerjaan atau profesi yang ditekuni oleh seseorang dan ahli dalam membuat perahu.
Seperti halnya salah seorang yang saya jumpai di Binuangeun yang sekarang Kampung Karangmalang Desa Muara Kecamatan Wanasalam, berbicara binuangeun menurut tokoh pemuda di kampung karangmalang , Binuangeun adalah suatu daerah meliputi 3 Desa yaitu Muara,wanasalam dan , karena semakin banyak yang menetap didaerah binuangeun maka terjadilah pemekaran menjadi 3 desa, adapun hal lain tidak disebutkan mengapa nama binuangeun tidak digunakan lagi. Menjadi seorang pembuat perahu tentunya harus memiliki kaeahlian khusus dan penmgalaman membuat perahu yang cukup lama seperti halnya Bapak Burhan (82) keturunan Bugis (Sulawesi) yang saya jumpai sedang memperbaiki sebuah perahu di Rt 08 karangmalang, yang berada di wilayah pesisir karangmalang dan  banyak sekali perahu yang rusak menurut pak Burhan perahu itu sudah berusia puluhan tahun dan perahu yang di perbaiki pak burhan berusia 11 tahun, dengan menjadi pembuat perahu perekonomian pak burhan terpenuhi dari banyaknya pesanan perahu yang ia dapat, karena dalam pembuatan perahu terkadang tiada berhentinya, setelah selesai menyelesaikan perahu terkadang ada lagi yang memesan, selain karena terbiasa itu pun menjadi sebuah rutinitas sehari-hari pak Burhan. 
Pengetahuan secara turun temurun yang didapat pak Burhan merupakan suatu anugerah atau hal yang tidak sia-sia sehingga ia sampai sekarang di percaya menekuni pembuatan perahu, dengan cara mengamati dan mendengar sebuah dongeng dari orangtuanya Pak Burhan kemudian memperaktekan dalam ikut menimbrungi orangtuanya saat membuat perahu dikala usai sekolah dan libur.
Menjadi pembuat perahu perlunya sangat membutuhkan skill dan kepercayaan dalam bentuk sugesti yang didapat  para nelayan terhadap Pak Burhan. Karena tidak mudah dalam membuat perahu agar terapung dan bertahan lama di air meski harus memiliki perawatan dari pemilik perahu.
Menurut pak Burhan dalam pembuatan perahu harus menyeimbangkan hal dasar yang menjadi keseimbangan perahu dengan skill yang dimiliki pak Burhan akhirnya ia menjadi pembuat perahu yang di percaya.
Menurut Bapak (lupa namanya)  yang bersama pak Burhan saat memperbaiki perahu dengan adanya pembuat perahu di daerah sini tidak perlu jauh-jauh untuk membuat perahu karena pak burhan jadi kepercayaan kami dalam membuat perahu, makanya setiap membuat perahu dan memperbaiki perahu ini saya menghubungi pak Burhan, dengan perahu yang sudah diperbaiki sangat layak untuk kami pakai dan nyaman saat melaut. (hasil wawancara 9/42017)

Kesenian Baduy



“Alat Musik Kumbang”
Menurut William A. Haviland , Kesenian merupakan keseluruhan sistem yang dapat melibatkan proses penggunaan dari imajinasi manusia secara kreatif pada kelompok masyarakat dengan suatu kebudayaan tertentu.(woocara.blogspot.co.id : 2015).
Setiap daerah memiliki kesenian yang menjadi suatu ciri khas daerah tersebut, seperti halnya didaerah Kabupaten Lebak Provinsi Banten tepatnya Suku Baduy , masarakat suku Baduy merupakan masyarakat yang masih memegang teguh kebudayaanya terutama dalam bidang kesenian, dalam kesenian baduy terdapat pula kesenian khas terutama dalam bidang pertanian.
Untuk masyarakat Suku baduy pertanian sangatlah penting maka untuk menunjang agar hasil pertanian mereka bagus maka mereka harus melakukan beberapa tradisi saat memulai pertanian diantaranya memainkan alat music tradisional untuk menunjang hasil pertanian diantaranya angklung buhun, karinding, kumbang, tarawelot dan lainya.
Kumbang merupakan alat music tiup yang sama dengan suling yang membedakan ialah kumbang memiliki ukuran lebih panjang di bandingkan dengan suling. Kumbang dimainkan dimiringkan dan memiliki 3 lubang.
Kumbang dimainkan saat nyacar sera (buka lahan) yang dilakukan dalam satu bulan sebelum mulai membuka lahan , dipercaya untuk mengusir ular atau pun binatang berbahaya lainya. Menurut ayah Saidi Kumbang dimainkan untuk mengundang buut/ bajing dari kahiyangan bahwa bajing akan membawa keselamatan dan melindungi dari berbagai binatang.