UANG
KERTAS DARI MASA KEMASA
Oleh
: Wili Wilastri
Awalnya
saya tidak tahu sejak kapan uang itu menjadi sumber kebutuhan manusia apalagi
penggunaan uang kertas, pada zaman dahulu melakukan transaksi itu menggunakan
uang logam kemudian setelah adanya perlawanan pattimura terdapatlah uang
kertas, eits tapi sebelumnya ada juga loh uang kertas senilai 500 rupiah,
setelah saya mengunjungi musium Bank
Indonesia ternyata dugaan saya salah, uang kertas ternyata sudah ada pada zaman
kolonial dengan dibuktikanya terdapat beberapa uang kertas yang terdapat dimusium
itu yang awalnya saya kira uang kertas pertama adalah uang senilai 500 rupiah
ternyata 1 rupiah pun ada percaya gak?harus dong ! kalau tidak percaya
berkunjunglah kemusium Bank Indonesia.
Sedikit
nih saya akan mengulas menurut wikipedia “Oeang Republik Indonesia atau ORI
adalah mata uang pertama yang dimiliki Republik Indonesia setelah merdeka.
Pemerintah memandang perlu untuk mengeluarkan uang sendiri yang tidak hanya
berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah tapi juga sebagai lambang utama
negara merdeka.
Resmi
beredar pada 30 Oktober 1946, ORI tampil dalam bentuk uang kertas bernominal
satu sen dengan gambar muka keris terhunus dan gambar belakang teks UUD 1945.
ORI ditandatangani Menteri Keuangan saat itu A.A. Maramis. Pada hari itu juga
dinyatakan bahwa uang Jepang dan uang Javasche Bank tidak berlaku lagi. ORI
pertama dicetak oleh Percetakan Canisius dengan desain sederhana dengan dua
warna dan memakai pengaman serat halus.
Presiden
Soekarno menjadi tokoh yang paling sering tampil dalam desain uang kertas ORI
dan uang kertas Seri ORI II yang terbit di Yogyakarta pada 1 Januari 1947, Seri
ORI III di Yogyakarta pada 26 Juli 1947, Seri ORI Baru di Yogyakarta pada 17
Agustus 1949, dan Seri Republik Indonesia Serikat (RIS) di Jakarta pada 1
Januari 1950.
Meski
masa peredaran ORI cukup singkat, namun ORI telah diterima di seluruh wilayah
Republik Indonesia dan ikut menggelorakan semangat perlawanan terhadap
penjajah. Pada Mei 1946, saat suasana di Jakarta genting, maka Pemerintah RI
memutuskan untuk melanjutkan pencetakan ORI di daerah pedalaman, seperti di
Yogyakarta , Surakarta, dan Malang.
Namun
peredaran ORI tersebut sangat terbatas dan tidak mencakup seluruh wilayah
Republik Indonesia. Di Sumatera yang beredar adalah mata uang Jepang. Pada 8
April 1947 Gubernur Provinsi Sumatera mengeluarkan rupiah URIPS-Uang Republik
Indonesia Provinsi Sumatera.
Nah
kan ternyata uang pertama itu senilai satu sen, kalau sekarang buat beli apa ya
uang senilai satu sen ! tidak kebayang satu sen mungkin pada waktu itu bisa
dipakai untuk membeli apapun.
Apakah
kalian pernah bertanya pada orangtua kalian atua kakek nenek tentang uang zaman
dulu kalaua saya sih uang kertas belum pernah melihat dan memegang langsung
akan tetapi uang koin kakek nenek saya masih punya waktu saya berumur ya masih
15 kebawah lah , dulu sih saya pakai buat maen-maen sampe ilang tuh uang.
Kalian
mungkin belum pernah melihat uang kertas yang dulu, saya masih menjumpai loh
uang yang seharga 500 rupiah yang itu tuh adak kakek moyang kamu eits !! jangan
marah becanda kok. Uang senilai 500 rupiah itu uang jajan saya pas kelas 3 SD
loh bisa buat beli nasi uduk dan jajanan es lainya tapi sekarang yakin kalian
mau dikasih uang 500 kesekolah bisa pake apa ya?? Begitulah perkembangan zaman
uang 100.000 rupiah pun bisa dua hari habis bahkan satu hari.