Selasa, 24 Maret 2015

MONEY



UANG KERTAS DARI MASA KEMASA
Oleh : Wili Wilastri
Awalnya saya tidak tahu sejak kapan uang itu menjadi sumber kebutuhan manusia apalagi penggunaan uang kertas, pada zaman dahulu melakukan transaksi itu menggunakan uang logam kemudian setelah adanya perlawanan pattimura terdapatlah uang kertas, eits tapi sebelumnya ada juga loh uang kertas senilai 500 rupiah, setelah saya  mengunjungi musium Bank Indonesia ternyata dugaan saya salah, uang kertas ternyata sudah ada pada zaman kolonial dengan dibuktikanya terdapat beberapa uang kertas yang terdapat dimusium itu yang awalnya saya kira uang kertas pertama adalah uang senilai 500 rupiah ternyata 1 rupiah pun ada percaya gak?harus dong ! kalau tidak percaya berkunjunglah kemusium Bank Indonesia.
Sedikit nih saya akan mengulas menurut wikipedia “Oeang Republik Indonesia atau ORI adalah mata uang pertama yang dimiliki Republik Indonesia setelah merdeka. Pemerintah memandang perlu untuk mengeluarkan uang sendiri yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah tapi juga sebagai lambang utama negara merdeka.
Resmi beredar pada 30 Oktober 1946, ORI tampil dalam bentuk uang kertas bernominal satu sen dengan gambar muka keris terhunus dan gambar belakang teks UUD 1945. ORI ditandatangani Menteri Keuangan saat itu A.A. Maramis. Pada hari itu juga dinyatakan bahwa uang Jepang dan uang Javasche Bank tidak berlaku lagi. ORI pertama dicetak oleh Percetakan Canisius dengan desain sederhana dengan dua warna dan memakai pengaman serat halus.
Presiden Soekarno menjadi tokoh yang paling sering tampil dalam desain uang kertas ORI dan uang kertas Seri ORI II yang terbit di Yogyakarta pada 1 Januari 1947, Seri ORI III di Yogyakarta pada 26 Juli 1947, Seri ORI Baru di Yogyakarta pada 17 Agustus 1949, dan Seri Republik Indonesia Serikat (RIS) di Jakarta pada 1 Januari 1950.
Meski masa peredaran ORI cukup singkat, namun ORI telah diterima di seluruh wilayah Republik Indonesia dan ikut menggelorakan semangat perlawanan terhadap penjajah. Pada Mei 1946, saat suasana di Jakarta genting, maka Pemerintah RI memutuskan untuk melanjutkan pencetakan ORI di daerah pedalaman, seperti di Yogyakarta , Surakarta, dan Malang.

Namun peredaran ORI tersebut sangat terbatas dan tidak mencakup seluruh wilayah Republik Indonesia. Di Sumatera yang beredar adalah mata uang Jepang. Pada 8 April 1947 Gubernur Provinsi Sumatera mengeluarkan rupiah URIPS-Uang Republik Indonesia Provinsi Sumatera.
Nah kan ternyata uang pertama itu senilai satu sen, kalau sekarang buat beli apa ya uang senilai satu sen ! tidak kebayang satu sen mungkin pada waktu itu bisa dipakai untuk membeli apapun.
Apakah kalian pernah bertanya pada orangtua kalian atua kakek nenek tentang uang zaman dulu kalaua saya sih uang kertas belum pernah melihat dan memegang langsung akan tetapi uang koin kakek nenek saya masih punya waktu saya berumur ya masih 15 kebawah lah , dulu sih saya pakai buat maen-maen sampe ilang tuh uang.
Kalian mungkin belum pernah melihat uang kertas yang dulu, saya masih menjumpai loh uang yang seharga 500 rupiah yang itu tuh adak kakek moyang kamu eits !! jangan marah becanda kok. Uang senilai 500 rupiah itu uang jajan saya pas kelas 3 SD loh bisa buat beli nasi uduk dan jajanan es lainya tapi sekarang yakin kalian mau dikasih uang 500 kesekolah bisa pake apa ya?? Begitulah perkembangan zaman uang 100.000 rupiah pun bisa dua hari habis bahkan satu hari.

Coretanku



HARAPAN
by.WILI WILASTRI

Aku berdiri di 9 meter tepat disebelah rel kereta…
penuh ilalang yang sedang berbunga putih bersih tanpa noda,,,
kurentangkan tanganku dan ku tadahkan kepala dan ku pejamkan mata…
mataharipun menyambut menghangatkan tubuhku…
kurasakan hangatnya matahari rasanya tak ingin berlalu…
Tak terasa hari sudah petang rasa sedih pun datang..
Tapi ku tetap semangat ..
Dalam hati ku berkata “ esok matahari ini pun akan kembali seperti yang telah kurasakan yaitu selalu menghangatkanku “ kataku menghibur diri…
Ternyata aku salah matahari kemarin tak seindah matahari hari ini..
Hari ini awanpun gelap...
Matahari terbit dan kemudian menghilang..
Hanya ada halilintar menyambar yang membuat hatiku enggan untuk mengingat hal indah itu bersama matahari..
Kini halilintar membuatku sadar matahari tak akan selamanya menemani, menghangatkan , serta membakar semangatku hingga berkobar-kobar..
Memang sulit membuang kenangan itu tapi apadaya halilintar menutup ingatanku..
Dan ku berharap  matahari yang terganti oleh halilintar kemudian berubah menjadi pelangi yang indah.