Kamis, 17 Oktober 2013
Sejarah Kampung Awilega Pandeglang-Banten
Kenapa daerah yang saya tinggali dinamakan awilega? Karena berasal dari bahasa setempat atau bahasa yang suka saya gunakan yaitu Awina lega dan di namakan Awilega yang artinya pohon bambu yang sangat luas.
Jadi di daerah itu terdapat tanah seluas 4 hektar yang konon banyak pohon bambu yang menjulang tinggi dan tidak ada satupun penduduk yang tinggal disana. Disana pun tidak ada pohon lain kecuali pohon bambu sehingga tempat itu menjadi gelap dan tidak ada satupun yang berani kesana.
Pada tahun 1958 ada dua orang kepala keluaraga yaitu H.Sarwan dan H.Jasmara(alm) merupakan penghuni awal dari kampung Awilega yang konon dahulunya itu kampung Awilega adalah sebuah hutan belantara yang terdapat pohon bambu seperti yang saya sudah paparkan disana tidak ada satupun pohon dan pada waktu itu tanah itu masih merupakan tanah Negara.
Awalnya kedua kepala keluarga itu memasuki hutan itu dengan tujuan bercocok tanam, bertani, baik ladang maupun sawah.
Dari kedua kepala keluarga itu lah yang memberi nama Awilega.Dan pada tahun 1963 mulai berdatangan untuk tinggal d kampung Awilega ini dari berbagai daerah diantaranya Bandung, Subang, Cirebon dan indramayu adapun tujuannya adalah untuk membuka lahan pertanian.
Pada saat ini Awilega terbagi 3 ampian yaitu Awilega Kidul (bagian selatan), Awilega Tengah (bagian tengah), Awilega Kaler (bagian Utara) yang terdiri dari 350 KK (kepala keluarga).
Sumber :
· Sesepuh kampung Awilega
· Mantan Kepala Desa terdahulu
· Badan data keluarga desa
Kamis, 26 September 2013
REIS VER HALLEN BANTEN LAMA
Pada
waktu itu kami semester satu diwajibkan melakukan observasi atau perjalanan ke
Banten lama sebelumnya beberapa hari sebelum pemberangkatan kami terlebih
dahulu di beritahu dan diberi arahan–arahan untuk memperlancar kegiatan
tersebut.
Dan
akhirnya kami pun sampai di Banten lama kira-kira pukul 10.30 dan ternyata
mengecewakan museumnya dalam masa perbaikan sampai bulan desember. Tapi itu
tidak membuat kita patah semangat karena di luar museumnya masih ada hal yang
penting untuk kita lihat dan kita ketahui terutama buat dokumentasi diantaranya
meriam dll. Setelah kami melakukan istirahat sejenak sambil di antaranya ada
yang makan,foto-foto dan berbagai hal lainnya kami pun di suruh kumpul kembali
untuk melihat-lihat dan mencari informasi tentang Banten lama.
Saat
saya mendengarkan cerita dari pemandu rasa lapar, haus, pegel dan ingin pulang
menjadi satu ( entah gimana rasanya
). Ketika selesai mendengarkan kami pun berfoto-foto, beristirahat, dan
bersembahyang duhur dan makan waktu itu kira-kira pukul 12.24 WIB.
Kami
pun mengakhiri kegiatan dan pulang pada pukul 14.30 WIB dan selama perjalanan
kita kebanjiran sampah yang baunya sangat menusuk hidung. Kami pun tiba di
kampus pukul 16.30 WIB.
Banyak
hal yang kami lewati mulai dari awal pemberangkatan hingga pulang. Hal itu
tidak mungkin kami lupakan karena menurut saya pribadi kekeluargaan dan
kebersamaannya mulai terjadi dan mudah-mudahan selamanya akan seperti itu.
Kegiatan
yang kami lakukan itu bukan hanya bermain-main dan bersenang-senang akan tetapi
kami di beri tugas individu dan kelompok. Dimana tugas individunya itu membuat
cerita perjalanan dan tugas kelompoknya membuat laporan perjalanan dan membuat
video yang harus di kumpulkan seminggu setelah perjalanan. Dan inilah hasil
tugas individu saya.
Langganan:
Komentar (Atom)